
Perang Dunia I dan Perang Dunia II memiliki banyak sekali perbedaan ciri, namun pada dasarnya keduanya memiliki kesamaan ciri yang lebih utama, yakni tanda-tanda dimulainya perang adalah terjadinya krisis ekonomi global. Krisis ini disebabkan oleh pembiayaan militer yang meningkat, itu terjadi pada awal Perang Dunia I, awal Perang Dunia II dan hingga saat ini.
2. Korea Utara Semakin Berbahaya

Walau Korea Utara tidak ditempatkan di barisan negara kuat oleh para pengamat kekuatan militer dunia, tapi Korea Utara tetap memiliki potensi untuk menjadi negara yang sangat membahayakan. Sampai saat ini saja, Korea Utara terus meluncurkan misil ke daerah Korea Selatan tanpa alasan dan tujuan yang jelas.
Selain itu, secara geopolitik, Korea Utara dihimpit oleh tiga negara yang mengancam kedamaian dunia yakni Russia, China dan Jepang. Mereka bisa sengaja atau tidak untuk membangkitkan sesuatu hal yang lebih besar di panggung politik dan menyebabkan peperangan terjadi.
3. Iran Bernafsu Untuk Perang

Selain tensi yang semakin meningkat dan berbahaya di Eropa Timur dan Asia Tenggara, rumor akan meledaknya perang juga berhembus dari Timur Tengah. Pada awal tahun ini, Iran mengirimkan beberapa armada kapal menuju perairan nasional Amerika Serikat.
Bila Iran mengambil tindakan militer maka Amerika Serikat akan
menghentikan paksa pengembangan nuklir di Iran. Hal itu dijawab oleh
Panglima Militer Iran bahwa Iran telah siap berperang di darat ataupun
di lautan.
Kunjungi Juga : http://traditionalculinary.blogspot.co.id/
4. Perjanjian Yang Mulai Diingkari
4. Perjanjian Yang Mulai Diingkari

Sejarah mencatat bahwa Jerman dan Uni Soviet memulai Perang Dunia II dengan aksi damai dan berjanji untuk tidak melakukan aksi militer dengan penandatanganan non-agresi. Namun perjanjian itu hanya bertahan 2 tahun sampai Adolf Hitler merobeknya dan mengirim tentara Nazi ke bukit salju Uni Soviet.
Dengan pengalaman demikian, kita patut waspada sekalipun Russia dan
China pernah menandatangani perjanjian untuk tidak menggunakan nuklir
pada tahun 2013 lalu. Bukan berarti mereka tidak akan melanggar
perjanjian itu.

Para pakar sejarah dan ahli politik internasional meyakini bahwa Perang Dunia III hanya akan terjadi bila Amerika Serikat terlibat secara aktif dalam konflik. Dan dalam hal Laut China Selatan, Amerika Serikat terlibat lebih aktif daripada di Krimea. Di Senkaku ini, Amerika Serikat menyatakan dukungan untuk mengusir agresi militer China dari sana dan membela Filipina serta Jepang sebagai negara sahabat melalui bantuan yang bersifat militer.

China bukanlah tetangga yang ramah bagi negara-negara yang ada di sekitarnya. Akhir tahun lalu secara agresif China mengerahkan tentara lautnya untuk menguasai Laut China Selatan yang bagian-bagiannya diklaim oleh banyak negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan lainnya.
No comments:
Post a Comment